Permainan lompat tali terdengar tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, karena permainan lompat tali ini bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia meskipun dengan nama yang berbeda. Permainan lompat tali cenderung identik dengan kaum perempuan, akan tetapi tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Salah satu nama permainan ini di wilayah lain adalah Tali Merdeka. Inti dari lompat tali adalah melompat dengan alat tali karet yang tersusun dan tersimpul. Penamaan untuk permainan ini berkaitan dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan pemain tersebut, khususnya pada lompatan yang terakhir. Pada lompatan ini (yang terakhir), tali diregangkan oleh pemegangnya setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara. Kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika mengucapkan kata “merdeka”.
Gerakan tangan yang menyerupai simbol kemerdekaan itulah yang kemudian dijadikan sebagai nama permainan yang bersangkutan. Kapan dan dari mana permainan ini bermula sulit diketahui secara pasti. Namun, dari nama permainan itu sendiri dapat diduga bahwa permainan ini muncul di zaman penjajahan. Sebenarnya di daerah lain Indonesia juga banyak ditemukan permainan ini tapi dengan nama yang berbeda misal dengan nama Lompat Tali, Lompatan dll.
Pemain untuk tali merdeka ini berjumlah antara 3-10 orang. Pemain terbagi dalam 2 kelompok, yaitu pemegang karet dan pelompat karet. Pada umumnya permainan ini dilakukan oleh kaum perempuan yang berusia antara 7-15 tahun. Kaum perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain, karena takut auratnya akan terlihat sewaktu bermain melompati tali karet. Kalaupun ada yang ikut bermain, biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan.
Permainan ini tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas untuk pelaksanaannya. Lompat tali dapat dimainkan di mana saja dan kapan saja, seperti: di halaman sekolah (pada waktu istirahat) dan di halaman rumah dan dapat juga pada tempat-tempat yang dapat dibilang terbatas.
Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah karetkaret gelang yang dianyam dan disusun memanjang. Cara menyusun dan menganyam adalah dengan menyambungkan 2 karet pada 2 karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran 3-4 meter. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak dijual di tempat pasar-pasar tradisional. Karet tersebut dijual dengan satuan berat (gram, ons, dan kilo). Pada waktu membuat anyaman dan susunan untuk membentuk tali karet yang digunakan dalam permainan, diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak lekas putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. Ada kalanya tali-karet dianyam dengan menyambungkan 3-4 buah karet sekaligus, agar tali menjadi semakin kuat dan dapat dipakai berkali-kali.
ATURAN MAIN
Permainan ini terklasifikasi sangat sederhana karena pelaksanaannya hanya melompati anyaman karet yang telah tersusun dengan ketinggian yang diatur secara tertentu. Jika pemain dapat melompati tali karet tersebut, maka ia akan tetap menjadi pelompat hingga merasa lelah dan berhenti bermain. Namun, apabila gagal pada saat melompat, pemain yang gagal harus menggantikan posisi pemegang tali hingga ada pemain lain berikutnya yang juga gagal dan begitupun seterusnya. Terdapat beberapa klasifikasi ukuran ketinggian tali karet yang harus dilompati, yaitu:
• Tali berada pada batas lutut;
• Tali berada sebatas pinggang (sewaktu melompat pemain tidak boleh mengenai tali karet sebab jika mengenainya, maka ia akan menggantikan posisi pemegang tali);
• Posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi yang dianggap cukup tinggi ini pemain boleh mengenai tali sewaktu melompat, asalkan lompatannya berada di atas tali dan tidak terjerat);
• Posisi tali sebatas telinga;
• Posisi tali sebatas kepala;
• Posisi tali dua jengkal dari kepala; dan
• Posisi tali seacungan atau hasta pemegang tali
• Permainan dilaksanakan dalam 2 kelompok.
• Jumlah anggota dalam tiap kelompok jumlahnya sama.
• Masing-masing kelompok menentukan yang lebih dulu bermain dan yang jadi penjaga.
• Kelompok yang berperan menjadi penjaga bertugas mengayun tali karet untuk dilompati kelompok pemain.
• Satu per satu anggota kelompok melompati tali mulai dari 1 lompatan. Jika ada anggota kelompok yang tidak berhasil melompati tali, maka berarti anggota kelompok tersebut sudah tidak boleh bermain. Sisa pemain satu per satu melanjutkan dengan 2 lompatan dan seterusnya sampai 10 lompatan sekaligus.
• Kelompok pemenang adalah yang berhasil sampai 10 lompatan tanpa kehabisan jumlah pemain